shy and kiss
“Bentar Niel,” Theo mengarahkan ponsel yang tengah berdering pada layar laptopnya yang menampilkan wajah Daniel. Mereka berdua tengah menonton film secara online bersama.
“Yang mana nih?” tanya Daniel—karena nama yang tertera pada ponsel Theo tidak terlalu jelas di layar laptopnya.
“Jeff.”
“Okay, take your time. Gue pause dulu, mau ke kamar mandi.”
Theo mengangguk. Setelahnya ia menekan tombol hijau pada ponsel, menerima panggilan dari Jeffrey.
“Hai.”
“Ya Jeff?”
“Lagi sibuk?”
“Enggak. I just..watching a movie with Daniel. Why?“
“Kok nggak ngajak?”
“Memangnya kamu suka film Marvel? We watch Spiderman.“
Jeffrey terkekeh, “Okay aku paham sekarang.”
“Yang kamu lakuin tadi, that's good.“
“Udah ah jangan dibahas, aku malu.”
“Yang dulu kamu gak malu tuh?”
“Jeff..”
“Okay okay, aku stop.“
“Tapi yang, tadi aku keceplosan.” Jeffrey meringis, “di depan Jovan Justin.”
“Terus? Mereka bilang apa?”
“Iri katanya, because i got a kiss from you.” Lelaki tampan itu kembali terkekeh, sedangkan Theo menutup mata dengan wajah merah merona. Ia memijat pelipisnya, tidak habis pikir dengan jawaban Jovan dan Jutin.
“Okay stop. Just don't talk about it anymore. Reflek ku memang buruk banget, i'm sorry..”
“No. Aku yang harusnya minta maaf. Karena cewek itu ganggu kita dan..karena gak sengaja ngomong ke Jovan Justin.”
“I really sorry.“
“It's okay Jeff. Udah kejadian juga, mau gimana lagi?”
“Tapi mereka udah tau kronologi nya, kan?”
“Hm, aku cerita.”
“Bagus kalau gitu. Aku malu kalau harus cerita ke mereka.”
“What if they ask for the same thing as i get?“
“Aku gampar.”
Mendengar jawaban dari lelaki cantik itu membuat Jeffrey tertawa kencang. Theo memang luar biasa.
“Aku aja gak sengaja loh pas itu, masa iya mereka minta juga.”
“Kayaknya bakalan ditagih sih yang, tapi gak tau kapan.”
“Udah ah gak mau bahas itu, malesin kamu.”
“Iya iya maaf sayang.”
“Can you stop call me sayang Mr. Jeff?“
“Why should i stop? Give me one reason.“
“Because you are not my boyfriend.“
“Is that enough?“
“Yeah, it's enough to break my heart.“
“Okey princess, see you tomorrow. Jangan tidur terlalu malam, besok pagi aku jemput.”
“I'm prince???“
Sambungan itu terputus. Membuat Theo mendengus kesal dengan tindakan Jeffrey.
“So, have you ever kissed Jeffrey?“
Oh, sial. Theo bahkan tidak sadar jika menyalakan mode speaker.