β€’ π₯𝐒𝐀𝐞 𝐚 π›π«πžπžπ³πž β€’

Hyunjae duduk di salah satu kursi meja makan yang ada di dapur. Dia lagi nungguin kembarannya siapin makanan yang udah dibeli buat sarapan.

β€œLido gabisa nebengin, mau jemput cem cemannya,” Hyunjae nuang jus melon ke gelas, setelahnya diminum sampai habis. β€œgue naik ojol aja nanti.” lanjutnya.

β€œCoba tanya yang lain dulu Je, kalau ada yang bisa nebeng mereka aja.”

β€œTakut ngerepotin anjir. Lagian gue juga cowok tenang aja lah.”

Jaehyun langsung mengambil ponselnya di meja. Ia akan menghubungi temannyaβ€”siapa tau ada yang bisa menjemput kembarannya.

Jaehyun khawatir karena berita yang beredar, banyak penumpang ojol yang dilecehkan. Ia tidak mau adiknya kenapa-kenapa. Hyunjae sendiri masih takut mengendarai motor. Pemuda manis itu sempat kecelakaan sampai tangannya retak saat mengendarai motor.

β€œRowoon bisa tuh.” ucap Hyunjae setelah membuka percakapan grup 'bukan anak elite'

β€œModus ajaa si anjing.” jawab Jaehyun.

β€œUdah si kalo dia emang mau deketin adek,” Hyunjae mulai ambil nasi dan lauk, β€œlagian adek juga demen sama dia.”

Jaehyun menghela nafas pasrah. Ia ikut duduk dan menyusul Hyunjae makan.

Nggak lama setelahnya Taeyong turun dari kamarnya. Taeyong memang bangun lebih siang karena tidak sarapan, hanya makan roti dengan selai.

β€œBiasain sarapan dek.” Jaehyun bangkit buat ambil susu strawberry di kulkas, lalu berjalan lagi ke meja makan dan kasih susu itu ke Taeyong yang lagi olesin selai kacang ke roti.

β€œPerut adek nggak enak kalau sarapan,” Taeyong menggigit rotinya dan dikunyah. β€œAku dikasih makan satu hari satu kali selama setahun, sekarang kalo makan banyak-banyak nggak enak di perut.” lanjutnya setelah menelan roti.

Jaehyun dan Hyunjae menatap adiknya sedih. Merasa bersalah atas apa yang terjadi kepada sang adik.

β€œMaafin abang ya.” Jaehyun mengusap rambut Taeyong lembut.

β€œUdah di bilang bukan salah lu baang,” Taeyong senyum.

β€œSekarang adek bebas makan apa aja. Kalau mau apapun bilang abang ya?” ucap Hyunjae sebelum menyuap kembali nasi dan sayur ke mulutnya.

β€œBiasain makan yang banyak lagi, lama-lama perutnya juga terbiasa.” kali ini Jaehyun yang meminta sang adik.

Walaupun terkadang sering sama-sama jahil dan memberikan umpatan, Jaehyun itu sayang banget sama Taeyong. Begitupun sebaliknya. Hanya saja cara mereka kadang sedikit berbeda untuk menunjukkannya.

β€œIya abaang ganteng.” Taeyong nyengir habis jawab.

Gak lama ada suara motor didepan rumah mereka. Taeyong hanya melanjutkan makannya, tidak peduli dengan siapa yang datang. Mungkin bang Leedo, pikirnya.

Hyunjae beranjak untuk membuka pintu sambil bergumam, β€œRowoon nih pasti.”

β€œHah? Rowoon?” Taeyong menatap Hyunjae yang berjalan keluar, kemudian beralih ke Jaehyun. β€œYang kemarin itu kan bang? Yang duduknya sebelah bang Leedo?”

Taeyong menatap Jaehyun dengan binar di matanya, wajahnya terlihat sangat ceria.

β€œYee centil.” Jaehyun menoyor dahi adiknya, membuat Taeyong memanyunkan bibir kesal.

β€œSuka-suka gue.”